Berburu Kelabang

Akhir-akhir ini kos-kosan tempat saya tinggal sedang dihebohkan banyaknya kelabang. Awalnya saya hanya menemukan kelabang-kelabang kecil. Suatu hari, sekitar jam 01.00 WIB saya terkejut ketika membuka pintu kamar mandi. Seekor kelabang berdiam tepat di depan pintu, seakan menunggu saya selesai mandi.

Ukuran kelabang itu cukup besar, hampir 3/4 jari kelingking saya. Warnanya hitam, membuat saya bergidik. Saya bingung, hampir saja berteriak tapi masih sadar untuk tidak mengganggu teman lain yang sedang lelap tidur. Mau saya pukul kelabang itu, tapi saya tidak tega mengingat dia hanya diam saja, tidak mengganggu saya.

Tapi kelabang itu berbahaya, pikir saya. Saya pun reflek melakukan hal yang lebih kejam daripada menggeprek kelabang itu. Saya ambil wipol dan saya tuangkan ke atas tubuh kelabang itu sampai dia mati. Saya bergidik. Kejam, pikir saya. Bagaimana rasanya mati diracun seperti itu? Pasti prosesnya sangat menyakitkan. Tak lama kemudian, tubuh kelabang itu memerah. Saya mengguyurnya dengan air dan hilanglah kelabang itu masuk ke lubang.

Tak berapa lama, seorang teman bercerita ditemui kelabang ketika sedang di kamar mandi. Ia pun sempat tidak berani mandi di kamar mandi bawah. Beruntung masih ada satu kamar mandi lagi di lantai dua.

Tadi, sehabis makan, tiba-tiba teman saya berteriak melihat kelabang. Bukannya segera memukul, saya reflek naik ke kursi karena kelabang itu bergerak sangat gesit. Kami sibuk berteriak-teriak hingga kelabang itu masuk ke balik kardus di bawah tangga. Karbol, kata saya kepada teman. “Karbolnya sudah habis kemarin aku pakai,”kata teman.

Oh my Goodness, harus dengan apalagi membunuh kelabang sebesar itu kalau senjata andalanku sudah habis? Saya pun ke kamar mandi dan mengambil sisa-sisa karbol yang ada. Saya isi air dengan harapan tetap bisa membuat pusing dan memperlambat gerak kelabang. Namun, baru beberapa langkah berjalan, si kelabang keluar. Teman yang melihat langsung berteriak. Saya pun sempat geli melihat kelabang itu menggeliat-geliat. Si kelabang akhirnya kembali kabur ke tempat semula.

Teman saya membawa senter, saya membawa karbol. Kami membongkar semua barang di bawah tangga, termasuk menggeser kulkas. Kos menjadi berantakan sekali. Namun, setelah memindahkan semua barang yang ada, kami tak juga menemukan kelabang itu. Kami pun sepakat mengembalikan semua barang ke tempat semula dan membersihkan ruangan.

Lantai sudah dipel tiga kali. ketika tinggal beberapa langkah lagi, saya dikejutkan oleh binatang entah apa yang bergerak-gerak di jari saya. Sontak saya langsung mengibaskan tangan dan binatang itu lepas.

Saya hendak melanjutkan mengepel. Namun, tiba-tiba teman saya berteriak-teriak. Kelabang hitam dan besar itu rupanya menempel di pahanya dan terjatuh di lantai. Kami heboh luar biasa. Semua barang di bawah wastafel kami bongkar. Teman saya memukulkan gagang pel hingga kelabang itu bergerak lebih lambat. Saya, bingung mencari cara lain, akhirnya mengambil talenan kayu dan melepaskannya ke atas tubuh kelabang itu. Saya injak dan saya gesek talenan hingga tubuh kelabang mati tergilas.

Teman saya masih shock. Wajahnya merah dan berkeringat. Saya juga tak kalah shock. Namun saya tak bisa menahan tawa mengingat betapa hebohnya kami berdua. Rasanya lega, perjuangan berburu kelabang besar itu telah berakhir.

Kami berdua, ditambah satu teman yang lain akhirnya membersihkan dapur dan membuang barang-barang yang tidak perlu. Barang-barang itu bukan milik kami, karena itu selama ini tak ada yang berani menyentuhnya. Namun, malam itu kami sepakat membuang semuanya. Toh sudah tidak berfungsi.

Intinya, mungkin Tuhan ingin menyapa kami malam itu untuk bebersih kos total bersama-sama.

Advertisements

Author: handataulan

I am a journalist and a former teacher. I do love reading, writing, and sharing.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s