Strategi Bisnis yang Membuat Kita Ingin Terus Berbelanja

Baru-baru ini saya senang iseng-iseng melihat review produk atau jalan-jalan cuci mata di pusat perbelanjaan. Sebagai anak kos selama setahun terakhir, saya juga jadi sering berbelanja kebutuhan sehari-hari di toko-toko retail. Ada beberapa barang yang selama sebulan terakhir ini saya perhatikan, yaitu HP, eyeliner, dan terakhir pengharum dan pelembut pakaian.

Dua minggu yang lalu, saya membeli dua buah media gadget. Pertama Sinyal, tabloid yang namanya masih asing di telinga saya tapi ternyata terbitan Kompas Gramedia. Kedua, HP. Sebelumnya saya berselancar di berbagai situs, lari dari satu merk hp ke merk hp lain, dari satu tipe hp ke tipe hp lain. Di kedua tabloid itu saya melakukan hal yang sama. Berkali-kali saya membolak-balik lembarannya tapi tak menemukan hp yang saya inginkan.

Standard sih sebenarnya, saya pengin hp yang murah dengan koneksi internet cepat, camera yang bagus (bukan hanya pixelnya yang besar ya, tapi hasilnya yang bening dengan warna seimbang), fasilitas push email yang ok, baterai tahan lama, dan hardware yang nggak rapuh. Hahaha saya pikir itu impian semua orang juga.

Makin banyak berselancar semakin kita dibuat galau oleh pilihan produk yang begitu banyak. Speknya beda-beda tipis, harga beda-beda tipis. Tapi saya kemudian percaya, tidak ada produk yang benar-benar sempurna. Berdasarkan merk misalnya, Apple terkenal dengan hardware yang tangguh. internet dan kamera ok. Tapi siapa yang menyangkal kalau harga Apple itu selangit? Sebagian yang sudah mencoba juga beranggapan produk ini “gitu-gitu” aja.

Samsung, harganya juga masih tinggi, namun masih sedikit lebih manusiawi ketimbang Apple. Sayangnya, dengan harga segitu, spek yang diberikan Samsung kalah jauh dibanding produk merk lain. Lenovo, harganya pas dikantong (kantong saya). Tapi dari sisi camera Lenovo kalah jauh dibanding merk-merk lain. Semua ada kurang lebihnya. Bahkan, untuk produk dalam satu naungan brand dengan tipe berbeda saja, selalu ada yang kurang.

“Pabrik mah emang sengaja bikin produk yang nggak sempurna. Nanti beberapa bulan dia kembangkan lagi dikit, tapi masih nggak sempurna. Gitu-gitu terus. Jadi orang akan terus beli,” kata saya sotoy.

Ya memang begitu kan?

Berhenti pengembaraan saya mencari hp. Saya beralih ke produk kecantikan. Yap, akhir-akhir ini saya lagi pengin dandan. Mumpung liputan-liputan saya lagi santai. Saya sempat terbayang pengin beli alat make up yang lengkap dalam satu kotakan (apa tuh namanya?), tapi urung. Males karena saya tidak akan menghabiskan waktu begitu banyak untuk memoles wajah saya. Ben wae ayune biasa, sing penting atiku lumayan ayu (ngeles).

Saya sudah punya bedak (bayi), lotion (bayi), lipcare dan lipstick yang biasa nemplok-nemplok sepanjang saya liputan. Yang penting tidak berminyak dan tidak pucat saja. Sekarang, saya iseng pengin mencoba eyeliner. Saya pun mencoba memakai eyeliner. Seorang teman kebetulan punya eyeliner sekaligus mascara, produk two in one. Saya berniat mencari produk ini ke toko. Dengan merk yang sama, saya sudah tidak menemukan produk ini lagi. Saya juga tidak menemukan pada brand lain.  Saya pun iseng mencari informasi di internet.

Berdasarkan informasi di internet, konon, Wardah dulu mempunyai produk two in one semacam ini. Namun, strategi penjualan mereka pun berubah. Mereka tidak lagi menyediakan produk gabungan. Sekarang, produk Wardah yang ada di pasaran terpisah. Terjawab sudah pertanyaan saya.

Akhir-akhir ini, saya bosan dengan aroma parfum dan pelembut pakaian saya. Biasanya saya memakai Downy. Sebenarnya saya suka sekali yang bungkusnya warna hitam, tapi sayang sulit sekali menemukan produk ini. Akhirnya saya memakai yang berwarna merah.

Dalam kondisi basah, aroma Downy tidak terlalu enak di hidung saya. Saya sempat menyesal membeli produk ini. Namun, ketika sudah kering baunya segar dan bertahan cukup lama. Tapi, seperti saya katakana tadi, saya akhirnya bosan. Saya ingin pelembut dengan bau yang lebih enak.

Saya pun mencoba molto. Setahu saya, beberapa tahun lalu produk ini menjadi salah satu unggulan, sehingga orang mau membeli walau harganya sedikit lebih mahal. Saya pun memilih molto warna merah (atau pink). Baunya dalam kondisi basah cukup enak dan menyegarkan. Tapi, saya kecewa. Ketika kering, aromanya bisa dibilang hampir tidak ada. Sama sekali tidak berbau parfumnya. Lalu untuk apa ada pelembut dan pewangi kalau hasil akhirnya tidak wangi? Usut punya usut, terjawab sudah. Molto punya produk pewangi pakaian seperti halnya Kisspray. Kalau pelembutnya saja sudah wangi, bagaimana pewanginya mau laku? Jadi, logis kalau pelembutnya tidak berbau (mungkin) dengan harapan orang akan membeli produk pewanginya.

Begitulah strategi bisnis yang diambil beberapa perusahaan. Pertama, menjual barang dengan spek tidak sempurna agar masih banyak celah untuk dikembangkan. Kedua, adanya celah itu selain memberi kesempatan untuk terus berkembang, juga memberikan kesempatan untuk menciptakan produk-produk baru. jadi, banyak pilihan yang disediakan untuk pembeli. Mau produk yang nyaman di kantong tapi spek mumpuni (sesuai dengan harga) sekarang ada, mau yang spek rendah tapi hardware mumpuni juga ada. Jadi, tidak selalu negatif juga, strategi ini jadi bisa menjangkau segmen yang lebih luas. Ketiga, Sengaja tidak menjadikan produk dalam satu set, namun terpisah. Dengan semakin terpisah-pisah, semakin banyak laba yang bisa diraup.

Itu strategi bisnis. Menurut saya wajar-wajar saja menggunakan strategi semacam itu. Tinggal kita sebagai konsumen pandai-pandai dalam menentukan pilihan. Nah, di tulisan selanjutnya saya akan membahas sedikit soal tips berbelanja.

Advertisements

Author: handataulan

I am a journalist and a former teacher. I do love reading, writing, and sharing.

1 thought on “Strategi Bisnis yang Membuat Kita Ingin Terus Berbelanja”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s