Uncategorized

Soal Alat Liputan (3): Alat-alat Pendukung

Di dua tulisan sebelumnya saya sudah menulis tentang alat liputan, yaitu alat merekam dan alat mencatat. Dua fungsi ini paling utama. Ada alat pokok lain sebenarnya, yaitu alat mengetik dan mengirim berita. Semua fungsi di atas, mulai dari merekam, mencatat, mengetik, dan mengirim berita bisa dilakukan dengan satu alat, yaitu smartphone.  Makanya kadang ada juga wartawan yang liputan cuma bawa smartphone.

Nah, smartphone kadang punya kelemahan. Contohnya, saya tidak suka mengetik artikel serius dan panjang dengan smartphone. Saya lebih suka mengetik dengan laptop karena layarnya lebih lebar. Rekaman di smartphone kadang suka kurang jernih. Smartphone juga tidak bisa ditinggal di dekat speaker seperti halnya recorder, takut dicuri. Banyak lagi lainnya.

Saya termasuk yang tidak bisa hanya mengandalkan smartphone ketika liputan. Dalam kondisi tertentu pernah sih liputan hanya membawa smartphone. Tapi minimal ada alat pendukung yang dibutuhkan. Apalagi selain powerbank? Selain itu saya biasanya juga masih membawa buku catatan dan pasangannya, pulpen.

Powerbank, pulpen, apalagi ya? Oya, saya biasa membawa charger dan kabel data, usb flashdisk, dan earphone. Tentu tidak lupa saya juga berusaha membawa diri #apasih.

Seberapa penting membawa powerbank? Di zaman serba digital, powerbank penting untuk nyetrum smartphone yang terkenal boros energi. Kalau nggak mau repot nyolok powerbank terus-terusan, ketika membeli smartphone penting untuk memperhatikan kapasitas baterai.

Nah besaran kapasitas dan merk powerbank juga sesuai selera dan kebutuhan. Kalau kita punya satu smartphone yang perlu dicas, mungkin satu powerbank dengan kapasitas 5200 mAh sudah cukup. Kalau ada dua hp, apalagi tablet mungkin beda lagi. Keaslian powerbank juga penting untuk mendukung performanya. Sampai sekarang saya masih mempercayakan garansi untuk mengecek keaslian powerbank.

Sudah bawa powerbank untuk apa bawa charger? Saya orangnya suka agak rempong bawa ini-itu. Prinsipnya kapanpun kita butuh, ketika ada kondisi tertentu, kita sudah siap. Saya pernah liputan dari pagi hingga jam 1 malam. Mungkin ada teman yang lain liputan lebih lama, bahkan beberapa hari tidak pulang. Charger penting untuk mengecas powerbank jika terpaksa kehabisan. Saya malah biasa membawa dua charger, sehingga ketika cas powerbank saya juga bisa cas hp. Nah karena umumnya colokan itu single, saya kdg membaw terminal T.

Buat apa kabel data?nah ini pentingnya membawa laptop atau notebook ketika liputan. Kadang ketika tidak ada fotografer, kita akan dititahkan untuk meminta foto kepada panitia atau fotografer internal dari penyelenggara acara. Kalau bawa kabel laptop, kabel data, usb flashdisk, semua proses akan lebih enak. Alat-alat ini juga diperlukan ketika kita perlu memindahkan data tertentu, misal data-data presentasi. Bawa laptop tentu bawa charger laptop. Nah, kalau mau lengkap rempong kan? Hehe…

Nah berhubung alhamdulillah sudah ada fasilitas voice recorder dari kantor, jadi alat-alat di atas ditambah dengan voice recorder. Voice recorder saya menggunakan baterai AAA. Saya tidak ingin tiba-tiba kehabisan baterai di tengah wawancara, jadi saya selalu membawa baterai cadangan.

Untuk sementara itu dulu. Tambahan lain, jika ada, akan saya sampaikan lewat tulisan.

Nah, dari ketiga artikel yang saya tulis tentang alat liputan, kesannya rempongnya banget ya? Sebenarnya tidak juga. Alat apa yang musti dibawa juga tergantung dari siapa yang dihadapi, di mana, dan tempatnya seperti apa. Seperti yang sudah saya tulis sebelumnya, dalam kondisi doorstop mungkin kita membutuhkan alat-alat praktis yang bisa digenggam. Ketika di pasar tradisional kita harus hati-hati dengan penggunaan alat perekam. Ketika investigasi (ya ampun ngomongnya ketinggian) kita harus hati-hati dengan semua atribut yang bisa membuka identitas kita. Depends on kan?

Yang ribet itu biasanya reporter baru seperti saya. Kalau sudah senior kadang simple, buku catatan dan rekaman juga jadi, hahaha.

Lagi-lagi, senjata paling utama adalah ingatan. Senior lain pernah bilang, senjata utama adalah kaki. Intinya apa yang melekat di tubuh adalah senjata utama yang harus dijaga. Wartawan adalah pekerjaan beresiko, karena itu menjaga diri adalah bagian penting yang tak boleh dilupakan 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s