artikel · islam · sejarah

Kisah Penetapan Tahun Baru Hijriah

Sistem penanggalan Islam baru ada pada masa Daulah Islamiyah. Ketika masa kepemimpinan Umar bin Khattab RA, datang Abu Musa al-Asy’ari RA yang menjabat sebagai Gubernur Bashrah.

Ia mengaku mendapatkan beberapa surat dari Amirul Mukminin RA, namun tidak tahu kapan harus menindaklanjuti surat tersebut. Ketika itu, dalam setiap surat pengirim hanya menuliskan nama bulan saja. “Kami telah membaca satu surat yang ditulis pada bulan Sya’ban, lalu kami tidak tahu, apakah ia Sya’ban tahun ini ataukah tahun yang telah lalu,” kata Abu Musa RA.

Menghadapi laporan dari sang gubernur, Khalifah Umar mengumpulkan para sahabat dan meminta mereka membuat sistem penanggalan. Perbedaan pendapat muncul ketika mereka harus menentukan kapan tahun pertama akan mulai dihitung.

Dalam kitab Fathul Bari disebutkan, terdapat empat kejadian yang dapat dijadikan acuan tahun dalam kalender Islam. Keempat acuan tersebut antara lain kejadian lahirnya Nabi Muhammad SAW, pengangkatan Beliau sebagai rasul yang juga momen turunnya wahyu pertama, peristiwa hijrah, dan wafatnya Nabi Muhammad SAW.

Tiga dari keempat acuan tersebut dinilai tidak dapat digunakan. Walau banyak sumber mengatakan Rasulullah SAW lahir pada 12 Rabiul Awal tahun Gajah, berbagai riwayat menyebutkan tanggal yang berbeda. Begitu pula kejadian turunnya wahyu pertama yang secara umum diyakini terjadi pada 17 Ramadhan. Perbedaan pendapat ini dikhawatirkan menimbulkan polemik di masa mendatang.

Acuan lain yang tidak dipakai yaitu kejadian wafatnya Nabi Muhammad SAW. Kejadian ini menimbulkan kesedihan luar biasa di hati para Muslim. Para sahabat khawatir, acuan ini justru akan membangkitkan kembali kesedihan tersebut di setiap awal tahun. Dengan berbagai pertimbangan tersebut, dipilih momen hijrah Rasulullah SAW dari Mekah ke Madinah sebagai acuan tahun pertama. Sistem ini pun disebut sebagai Kalender Hijriah.

Diskusi kembali memanas ketika para sahabat menentukan bulan apa yang akan memulai setiap tahun dalam kalender Islam yang baru? Sahabat Utsman bin Affan RA mengatakan, bulan pertama kalender Hijriah sebaiknya dimulai pada bulan Muharram. Ini sesuai dengan budaya masyarakat Arab sebelumnya. Dengan mempertahankan budaya ini, proses memasyarakatkan sistem yang baru akan lebih mudah.

Di bulan ini juga terdapat beberapa peristiwa penting dalam sejarah Islam. Muharram merupakan masa para menggembirakan, dimana para Muslim baru saja menyelesaikan ibadah tertinggi, yaitu haji. Bulan ini juga menjadi momentum terjadinya baiat aqobah. Pada masa itu sejumlah masyarakat Anshar datang pada Nabi Muhammad dan meminta agar dibaiat. Mereka menyatakan keikutsertaan, dukungan, dan pembelaan kepada Nabi Muhammad SAW demi tegaknya Islam.

Singkat cerita, terbentuklah sistem kalender baru dalam Islam yang digunakan hingga sekarang. Kalender Hijriah yang didasarkan pada peredaran bulan dianggap memiliki keunggulan dibandingkan sistem penanggalan lain yang berdasarkan peredaran matahari.  Bentuk fisik bulan yang berbeda dari hari ke hari dalam satu bulan menyebabkan masyarakat dapat memperkirakan tanggal tanpa harus melihat kalender. Hal ini tidak terjadi pada matahari.

Sistem kalender Hijriah merupakan salah satu identitas yang membedakan Muslim dengan umat yang lain. Ini memberikan hikmah kepada kita untuk memiliki identitas tersendiri sebagai Muslim. Tahun baru Hijriah seharusnya juga menjadi momen melakukan hijrah. Hijrah di sini tidak melulu bermakna berpindah tempat, namun melakukan perubahan menuju hal-hal yang positif bagi seluruh Muslim.

NB:

*Tulisan ini disarikan dari Materi Kajian Majelis Taklim Al Furqon dengan pemateri Pengasuh Ma’had Daarul Muwwahid, KH Shoffar Mawardi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s