Lima Besar Kasus Korupsi di Indonesia

JAKARTA — Peneliti Indonesian Corruption Watch (ICW) Tama Satrya Langkun, Rabu (30/3), mengatakan ada lima sektor yang menjadi langganan kasus korupsi terbanyak di Indonesia. Sepanjang 2015, sektor keuangan daerah, pendidikan, transportasi, sosial kemasyarakatan, dan kesehatan menempati lima posisi teratas.

“Ini adalah bidang-bidang yang proses penyidikannya tinggi,” kata Tama di sela memberikan pelatihan antikorupsi di Kantor Pusat Dompet Dhuafa, Tangerang Selatan, Rabu (30/3).

Keuangan daerah dan pendidikan merupakan dua sektor yang relatif stabil dalam menduduki posisi tersebut. Ini dinilai sangat mengkhawatirkan.

Data ICW menunjukkan, penyidikan kasus korupsi sepanjang tahun 2015 di sektor keuangan daerah mencapai 105 kasus dengan kerugian mencapai Rp 385,5 miliar. Di sektor pendidikan ada 71 kasus dengan kerugian senilai Rp 185 miliar.

Posisi ketiga ditempati sektor transportasi dengan jumlah 54 kasus. Kerugian mencapai Rp 199 miliar.

Walau hanya menempati posisi keempat dengan jumlah sebanyak 50 kasus, kerugian di sektor sosial kemasyarakatan tercatat paling besar. Nilai kerugian lebih besar dibandingkan sektor lainnya, yaitu Rp 639,8 miliar.

Sektor kesehatan tercatat menduduki posisi kelima dengan jumlah 41 kasus. Kerugian mencapai Rp 143,3 miliar.

Sektor Keuangan Daerah dan Pendidikan Mengkhawatirkan

Menurut Tama, tingginya kasus korupsi di sektor keuangan daerah menunjukkan fungsi pengawasan dalam sistem otonomi daerah kurang berjalan dengan baik.

“Lebih kuat fungsi /law enforcement/-nya ketimbang fungsi-fungsi pencegahan. Ini yang menjadi kritik di daerah,” kata dia.

Melihat data tersebut, ICW berharap inspektorat dapat memaksimalkan perannya sehingga korupsi bisa diminimalisasi. Ini juga perlu didukung dengan peningkatan fungsi audit baik yang dilakukan oleh BPKP maupun BPKD.

Upaya ini diharapkan dapat mengurangi laju korupsi keuangan daerah. Dengan begitu, uang negara yang dialokasikan untuk masyarakat dapat tersampaikan dengan baik.

Sektor lain yang juga dinilai mengkhawatirkan yaitu pendidikan. Anggaran pendidikan yang tinggi, mencapai 20 persen dari total APBN, disinyalir menjadi salah satu ‘godaan’.

Tingginya korupsi di sektor ini berbeda dengan kebiasaan yang terjadi di negara-negara berkembang. “Biasanya korupsi di negara berkembang kan soal infrastruktur dan pembangunan, karena negara berkembang adalah negara yang sedang tumbuh. Tapi di kita (baca: Indonesia) korupsi tinggi, tapi sektor pendidikan juga tinggi,” kata Tama.

Advertisements

Author: handataulan

I am a journalist and a former teacher. I do love reading, writing, and sharing.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s