Zona Madina Dompet Dhuafa, Lawan Tiga Area Kemiskinan

BOGOR —  Direktur Komunikasi dan Sumber Daya Dompet Dhuafa Bambang Suherman mengatakan, ada tiga area kemiskinan yang menjadi fokus gerakan lembaga ini. Pertama, kemiskinan yang menyerah ditangani dengan bentuk pelayanan.

“Misal tua, jompo, suami istri, tinggal di pinggir rel, tidak punya potensi untuk membiayai hidup. Kita layani, bangunkan tempat tinggal, biayai hidupnya selama setahun, tahun berikutnya terus dilanjutkan. Ini konsep pelayanan,” kata Bambang kepada wartawan, Ahad (1/5) di Bogor.

Kemiskinan jenis kedua mendera masyarakat yang berpotensi, namun tidak mempunyai biaya dan kesempatan untuk berkembang. Untuk kemiskinan jenis ini, penanganan dilakukan dengan upaya pengembangan dan pemberdayaan, baik melalui program-program pendidikan atau pemberdayaan masyarakat.

Selain dua jenis kemiskinan di atas, ada pula yang ketiga, yaitu masyarakat yang berpotensi miskin. Mereka bisa berasal dari kalangan yang berpendidikan dan berpenghasilan, namun terkendala bencana. Kemiskinan jenis ini dilawan dengan berbagai upaya mitigasi.

Menyatukan Program Terpisah

Direktur Zona Madina Herman Budianto mengatakan, pembangunan Zona Madina berawal dari keinginan menyatukan program-program pendistribusian dana zakat yang masih terpisah-pisah. Kawasan ini kini berkembang menjadi pusat pengentasan kemiskinan sekaligus percontohan pengelolaan dana zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ziswaf) yang terintegrasi.

Zona Madina berdiri di atas tanah wakaf seluas 3,6 hektare. Pembangunan kawasan ini didanai dari sumbangan masyarakat Indonesia, donasi perusahaan, pemerintah, dan sumber-sumber lain yang dinilai halal.

Pembangunan Zona Madina dimulai sejak 7 Januari 2009. Zona Madina disebut sebagai miniatur zakat dunia. Kawasan ini dikembangkan dengan memperhatikan nilai-nilai lokal yang berkembang di Indonesia.

Seperti apa program-program yang berhasil dikembangkan dari dana ziswaf di area ini? Berikut penelusuran Republika ke kawasan Zona Madina, Ahad (1/5) lalu.

1. Rumah Sehat Terpadu (RST) Dompet Dhuafa

Pembangunan RST Dompet Dhuafa telah diinisiasi pada 2009 dan selesai pada 2011.
Ketika itu, Dompet Dhuafa mendirikan balai pengobatan bagi kaum dhuafa untuk memberikan akses layanan kesehatan kepada masyarakat. Program ini diberi nama Layanan Kesehatan Cuma-cuma Dompet Dhuafa (LKC-Dompet Dhuafa). Layanan ini dinilai kurang memadai untuk membantu para pasien yang perlu dirujuk ke rumah sakit. Maka, didirikan Yayasan Rumah Sehat Terpadu hingga menjadi rumah sakit yang diresmikan pada 4 Juli 2012.

Pembangunan RST dilakukan dengan mengandalkan dana wakaf. Dalam operasionalnya, RST menggunakan dana zakat untuk membiayai pengobatan masyarakat. Kini, nilai bangunan dan peralatan yang ada di RST telah mencapai Rp 60- 70 miliar.

Layanan kesehatan di RST dilakukan dengan sistem membership. Masyarakat miskin mendapatkan kartu anggota untuk mendapatkan layanan kesehatan yang sepenuhnya dibiayai dari dana ziswaf para muzaki.

Standar pelayanan dan manajemen menjadi salah satu penekanan dalam pengelolaan RST. “Jadi walaupun dananya dari zakat, tapi dokter dan perawatnya tetap standar, digaji standar juga,” kata Bambang.

2. Bumi Pengembangan Insani
Bumi Pengembangan Insani (BPI) merupakan pusat pendidikan Dompet Dhuafa yang telah beroperasi sejak 2003. Pada awalnya, BPI sempat diberi nama Lembaga Pengembangan Insani (LPI). Nama BPI resmi dipakai sejak 2012 dengan beberapa program utama, yaitu Makmal Pendidikan, Smart Ekselensia Indonesia, Beastudi Indonesia, Sekolah Guru Indonesia (SGI), dan School Social Responsibility (SSR).

Makmal Pendidikan merupakan progran yang bergerak di bidang pelatihan dan pendampingan guru. Smart Ekselensia Indonesia merupakan sekolah berasrama yang menggabungkan kurikulum SMP-SMA dalam lima tahun. Sekolah ini diperuntukkan bagi lulusan SD dari kalangan dhuafa, bebas biaya dan akseleratif.

Beastudi Indonesia diperuntukkan bagi para mahasiswa yang ingin memperoleh program beasiswa dari dalam dan luar negeri. SGI merupakan sekolah guru nonformal. Para guru dilatih selama enam bulan dan disebar di daerah-daerah yang membutuhkan.

SSR merupakan program sinergi antara masyarakat dan sekolah dengan LPI-DD untuk mewujudkan sekolah desa produktif sebagai pusat revitalisasi desa. Selain itu, ada Pusat Sumber Belajar dan Pusat Belajar Anti Korupsi (PBAK) yang terintegrasi di kawasan BPI.

3. Kawasan Wisata D’Jampang
Membentang di atas lahan seluas 25 km2, Kawasan Wisata D’Jampang menggabungkan berbagai program yang dikembangkan oleh Dompet Dhuafa ke dalam satu paket wisata.

Dari tempat ini, Dompet Dhuafa mensyiarkan program-program pemberdayaan ekonomi yang tersebar di berbagai titik, di Kecamatan Kemang dan Kecamatan Parung. Para pengunjung dapat bertandang ke pusat pandai golok Jampang, edukasi di kawasan BPI, kampung silat Jampang, budidaya ikan cupang, budidaya ikan hias, budidaya jamur, jampang english village, kawasan outbond, latihan memanah, dan berbagai titik wisata lain yang ditawarkan.

Seluruh penghasilan yang diperoleh dari pengembangan kawasan ini dikembalikan kepada masyarakat, baik secara langsung maupun melalui program-program pemberdayaan lainnya.

4. Masjid al-Madinah
Pembangunan masjid ini ditargetkan berakhir pada September 2016, namun selesai lebih cepat dari perkiraan. Pada 29 April lalu, Dompet Dhuafa telah melakukan launching Masjid al-Madinah, dihadiri Wakil Gubernur Jabar Deddy Mizwar, Ketua Dewan Pembina DD Parni Hadi, dan Ketua MUI Kab Bogor KH Ahmad Mukri.

Masjid al-Madina berdiri di atas tanah seluas 2.763 m2. Luas bangunan mencapai 2.400 m2 dengan luas ruang shalat 1.300 m2 dan kapasitas jamaah 2.247 orang.

Pembangunan masjid ini dibiayai dari dana wakaf. Nama al-Madinah bermakna “kota peradaban,” sesuai dengan visi DD dalam mengembangkan Zona Madina.

Advertisements

Author: handataulan

I am a journalist and a former teacher. I do love reading, writing, and sharing.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s