Poligami, Konsep Pintu Terakhir

Sebagaimana perceraian adalah sesuatu yg diperbolehkan tapi sangat dibenci Tuhan, poligami adalah bagian yg menurut saya mirip. Kalau kata Quraish Shihab itu pintu terakhir. Sebelum sampai pada pintu terakhir itu masih ada puluhan, ratusan, bahkan ribuan pintu lain yangharus dilalui sesuai kemampuan tiap orang. Ini pula yang membuat ulama sekaliber beliau tidak memilih poligami.
Sebagai sesuatu yg dibenci, perceraian lazimnya dihindari. Begitu pula poligami. Karena itu ada hal lain yang juga penting yaitu menjaga pandangan dan menjaga kemaluan. Sebagai sebuah konsep yg menyeluruh, menjaga pandangan dan kemaluan ini satu rangkaian dengan hal-hal preventif yg menyertai. Ya termasuk jaga sikap, jaga mulut, jaga hati, dll.
Ketika konsep pintu terakhir ini tidak lagi dipegang, apalagi ketika poligami dianggap sunnah dengan berkaca pada pandangan bahwa apapun yg dilakukan Rasulullah adalah sunnah, orang jadi cenderung lebih longgar dalam konsep preventif tadi. Konsep menjaga keutuhan rumah tangga, menjaga hati, menjaga lisan, menjaga pandangan, dll jadi kabur. Lha kalau rumah tangga oleng, kalau suami bosan, kalau istri tidak “patuh”, masih ada tiga slots lagi. Praktik seperti ini yg membuat poligami seakan tidak adil.
Ini bukan teori. Ini hanya pikiran iseng.

Advertisements

Author: handataulan

I am a journalist and a former teacher. I do love reading, writing, and sharing.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s