Uncategorized

Progres Terakhir Target Membaca

Akhirnya saya harus mengakui bahwa target pertama gagal. Selama seminggu saya hanya mengulang satu cerpen dan membaca satu cerpen berikutnya. Parah!

Apa godaan terbesar? Pertama, kasur. Saya bangun tidur dalam kondisi tanpa beban liputan pagi. Order menerjemah juga biasanya datang jam 12:00 WIB atau lebih siang lagi. 

Jadi, saya membuka mata dengan suasana pagi-pagi nggak ada tugas. Lalu saya ngecek hape, baca-baca berita yang seliweran di Facebook atau analisa teman atas kejadian terakhir di situ juga. Atau nonton video dan foto-foto bagus di Instagram… lalu tidur lagi. 

Kedua, sosmed. Saya harus mengakui sudah kecanduan gadget. Kalau saya di suatu tempat dan hp mati. Alamak, cemas. Dan seperti itu hari-hari berakhir. Baru baca cerpen, keinget chating teman yang belum dibalas. Lagi nunggu rendam cucian, ingat sama tulisan teman di Facebook yang belum dibaca. PARAH!!

Ketiga, pekerjaan. Sebenernya ini bukan alasan sih. Ini alasan paling mengada-ada. Karena pekerjaan saya berkaitan dengan membaca dan menulis, jadi otak dan mata saya fokus dengan pekerjaan. Ya udah, untuk membaca hatus nunggu pekerjaan kelar dulu. 

Intinya, apapun alasannya, target pekan pertama gagal. Saya akan menjalankan hukuman untuk renang 10 lap panjang. Tapi tidak pekan ini, karena saya lagi terkena penyakit kulit. Kata teman yang dokter, saya kemungkinan kena neurodermatitis. Semacam eksim yg muncul berulang-ulang dan sifatnya menahun. zzz

Jadi hukumannya akan dilakukan setelah luka di kulit sembuh. Iya luka karena ga tahan untuk diemin gatal 😦

Untuk pekan kedua, target tidak berubah. Masih buku yang sama, Aksara Amananunna. Hari pertama saya tentukan hari ini, 16 Januari 2017. Jadi target akan berakhir 23 Januari. 

Di hari pertama ini saya beruntung. Saya libur di hari Senin. Haha. Hari ini saya menguatkan tekad untuk mengurus STNK yang tertahan karena tilang. Saya datang sekitar jam 14:00 WIB dan mendaoat nomor antrian 776. 

Petugas memanggil antrian nomor 441. Jadi saya harus menunggu 335 nomor lagi. Hahaha. Selama itu hp mati karena tidak sempat diisi. Dan, ternyata tiga cerpen selesai, lalu saya baca sekilas tiga cerpen lain. Jadi enam cerpen beres dibaca dalam waktu sekitar tiga jam. Ya Allah, parah banget ya. 

Perjuangan mengembalikan kemampuan membaca belum selesai. Semangat!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s