Gencar lalu Menghilang

Saya sebenarnya tidak pernah kaget dengan orang seperti ini. Ia datang tiba-tiba, mengontak Anda dengan menggebu-gebu, lalu menghilang begitu saja. Orang tipe ini begitu mudah ditebak dari awalnya. 

Saya tidak tahu apa motivasi orang-orang seperti ini ketika mengontak saya. Bagi saya, pertemanan adalah hal baik. Saya mungkin terlalu “gampangan”-nya. Saya katakan ini dengan jelas dalam tulisan ini. 

Saya akan menerima ajakan lelaki yang menurut saya (menurut saya, artinya pertimbangan pribadi saya) baik. Baik menurut intuisi saya, tidak berbahaya, tidak punya niat buruk selain berteman atau menjalin hubungan jenis lain yang tujuannya juga baik. 

Saya akan pergi makan walau hanya berdua. Saya tidak masalah nonton film berdua. Saya tidak masalah jalan-jalan berdua. Sebut saya gampangan, kalau persepsi Anda mengatakan begitu. Tapi saya punya pemikiran lain. 

Bagi saya, pertemuan semacam itu sama dengan ketika saya bertemu berdua dengan teman perempuan. Saya tidak membedakan itu. Dan sejauh ini saya mampu “menjaga diri”. 

Sebut saya gampangan, karena saya gampang diajak ke mana-mana oleh pria mana saja. Tapi sekali Anda melanggar batas privasi saya, you will end. You will loose my respect. 

Walau saya menyebutnya kencan ketika bercanda, nonton berdua bukanlah “kencan intim”. Makan berdua bukan “intimate dinner”. 

Saya senang membangun ikatan pertemanan yang kuat, yang bagi saya bisa terbangun ketika kita ngobrol dalam kelompok kecil. Berdua, bertiga, berempat. Sesederhana itu saya memandang pertemuan-pertemuan dengan beberapa teman pria. Sejauh ini semuanya baik-baik saja. Saya bertemu mereka berdua, berteman dengan baik, bahkan ketika mereka telah menikah kami masih menjadi teman baik. 

Saya tidak tahu apa yang membuat mereka kecewa, sehingga sebagian teman pria yang awalnya gencar menghubungi tiba-tiba menghilang. Is it because of me? Is it because of any other things? 

Saya tidak mau pusing memikirkan hal semacam ini. Bagi saya, itu menunjukkan siapa mereka, bukan saya. 

Saya selalu punya intuisi terhadap orang-orang seperti ini. Saat mereka tampak begitu bitchy talking to me, saya membiarkan mereka bicara sepuasnya. Saya biarkan mereka menghubungi saya, mengajak saya pergi, saya biarkan mereka menunjukkan diri mereka. 

Saya berusaha berpikir positif bahwa intuisi saya salah. Bahwa sejauh mereka tidak pernah berbuat jahat pada saya, saya harus menempatkan mereka pada posisi netral, bahkan baik. Bahwa mereka tidak sealai ucapannya yang manis berbunga-bunga. Mereka adalah pribadi yang baik dan tulus. 

Sebagian besar pikiran positif saya salah. Minimal, intuisi bahwa dalam tahap tertentu mereka akan pergi begitu saja, sering sekali benar. 

Saya tidak tahu mengapa sebagian orang memilih terus dekat dengan saya. Mengapa sebagian memutuskan pergi. Saya lebih senang membiarkan mereka yang ingin membersamai saya tetap di sana dan yang tidak ingin saya biarkan. 

Saya tidak punya sesuatu yang cukup menarik untuk memaksa orang tetap bersama saya. Tapi saya yakin, saya adalah pribadi pilihan Tuhan yang ia ciptakan unik, seperti halnya orang lain. Tuhan tidak akan membiarkan saya sendiri. Dan mereka yang akan tetap bersama saya tentu telah menemukan sendiri sebabnya. 

Saya tidak merasa kehilangan. Saya kadang merasa membuang waktu berteman dengan orang-orang yang hanya mampir. Tapi katanya, setiap pertemuan itu tidak pernah sia-sia. Kadang saya memilih membuang sama sekali mereka yang tiba-tiba berubah sikapnya entah karena apa. 

Saya tidak ingin pusing. Hidup saya juga bukan ladang politik. Untuk menjadi dekat dengan saya, siapapun tak perlu bermain tarik ulur. Bertemanlah dengan jujur, tulus, tanpa permainan, tanpa perlu taktik. Saya memilih berteman dengan sedikit teman yang akan keep hanging on my life amd my mind, wherever they go. I do appreciate good friends. 

Advertisements

Author: handataulan

I am a journalist and a former teacher. I do love reading, writing, and sharing.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s