Draft

Lelucon soal perempuan belum menikah itu memang sama sekali tidak lucu. Misalnya begini, seorang perempuan perangainya buruk. Lalu kebetulan dia sudah berumur dan belum menikah. Lalu dibilang, “Maklumlah, dia itu belum menikah. Kurang belaian. Bla bla bla.” 

Aduh cuy, yang dikatain bukan gue sih, tapi itu pemikiran kurang akal atau bagaimana? Logikanya begini, misal ada perempuan yang sudah menikah tapi perangainya buruk bagaimana? Apakah kita perlu secara khusus menyebutkan status pernikahannya dan memberikan label bahwa pernikahan dan belaian suami, kehadiran baby-baby lucu tidak membuat dia bahagia? Ndak to? Hihi…

Seorang kakak kelas (laki-laki), “Kalau pria semakin tua semakin laku. Kalau perempuan semakin tua semakin sedikit yang mau.” 

Sorry to say but, “Lihat-lihat juga lakinya bagaimana lah. Ya kali kalau dia om-om cerdas, tampan, berwibawa, kali aja banyak yang mau. Lha kalau lakinya (dalam hati: KAYA ELU) pemalas, diajak ngomong nggak nyambung, ya sapa mau.”

Advertisements

Author: handataulan

I am a journalist and a former teacher. I do love reading, writing, and sharing.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s