Tentang Handa

Orang bertanya, apakah nama saya benar Handa Taulan? Bukan. Ini hanya nama yang tiba-tiba muncul ketika saya ingin membuat akun gmail. Panggil saja Handa. Panggilan ini pun dulunya hanya olokan teman-teman yang berkembang jadi ‘nama beken’. Terimakasih untuk Devi yang pertama kali mencetuskan nama ini.

Dari Handa, banyak orang menyambungkannya dengan kata taulan. Handai dan taulan maksudnya. Whatever it is, nama Handa Taulan jadi terasa akrab dan mudah diingat. Jadilah saya pakai nama ini.

Kolom ini akan menjadi tempat saya memuji diri sendiri. Kalau bukan saya siapa lagi? Iyakan?

Kata guru saya, saya punya kepribadian unik. Entah apa maksudnya. Yang pasti, buat saya manusia itu kompleks termasuk diri saya sendiri. Saya seorang introvert tapi saya punya banyak teman. Saya pemalu tapi saya pernah beberapa kali menjadi pengurus organisasi. Saya judes tapi beberapa teman nyaman dengan kejudesan saya. Apapun itu, jangan pernah merasa lebih tahu tentang diri saya ketimbang saya sendiri 🙂

Ketika SD saya bercita-cita menjadi guru. Ketika SMP saya ingin menjadi dokter, ilmuwan, atau ahli biologi. Ketika SMK, saya mempelajari bisnis tapi saya ingin menjadi wartawan. Saya kuliah di jalur kependidikan, kalau dipikir-pikir sesuai dengan cita-cita saya ketika SD. Saya lalu bergelut di bidang karya ilmiah dan banyak membahas tentang rencana bisnis. Saya aktif di bidang jurnalistik kampus tapi pernah hampir putus asa untuk menjadi wartawan dan ingin bergelut di bidang bisnis saja.

Ketika lulus kuliah, saya menjadi wartawati dan akhirnya terlempar di berbagai bidang yang dulu saya hindari. Fine, itu jalan hidup yang pada akhirnya hanya bisa saya ikuti. Rencana Tuhan itu indah.

Pada akhirnya, seorang Handa Taulan bukanlah siapa-siapa. Saya hanya manusia yang menjalani kehidupan sebagaimana mestinya, bercita-cita sebagaimana mestinya. Saya hidup kembali..bercita-cita kembali, mengejar mimpi kembali, banyak yang masih harus saya lakukan dan akan saya bagikan di sini.

Suatu saat kalau saya terpaksa atau rela mati, saya ingin Anda mengenang saya. Sebagai anak yang baik yang sangat mencintai Ayah saya, adik yang baik yang sangat mencintai kakak-kakak saya, tante yang baik yang sangat mencintai keponakan-keponakan saya. Saya jarang menyebut ibu saya tapi saya sangat mengagumi dia. Saya ingin dikenang sebagai teman yang tulus, sahabat yang tanpa pamrih, rekan kerja yang baik.. Manusia yang bermanfaat bagi sesama, alam, dan kehidupan. Cukup itu saja.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s