Pengalaman Mengurus KTP-el Hilang dan Surat Keterangan Pengganti

Seperti diminta Mbak Desy Indriana di status Facebook saya, hari ini saya tulis prosedur mengurus KTP-el yang hilang dan surat keterangan (suket) pengganti. Semoga bermanfaat untuk teman-teman di wilayah Depok, Sleman. 

Seperti disebutkan di berbagai artikel media online, syarat mengurus KTP-el yang hilang dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) sangat sederhana. Hanya perlu surat kehilangan dari Polsek dan fotokopi KK. Keduanya dibawa ke Kantor Kecamatan, lalu kecamatan akan meneruskan ke Disdukcapil. 
Nah, blanko KTP-el yang habis ternyata memberi dampak pada banyak hal. Pencetakan KTP-el jadi lebih lambat dan pengurusannya cenderung lebih ribet. Selama KTP-el belum jadi, kita diberi surat pengganti KTP-el sementara yang berlaku untuk enam bulan. 
Begini praktiknya. Pertama, mintalah surat keterangan kehilangan KTP-el ke Polsek. Saya mengurus di Jakarta. Syaratnya, bawa saja kartu identitas lain, misalnya SIM. Prosesnya cepat (kalau lama karena antri). Gratis.
Kedua, Mintalah surat keterangan penggantian KTP-el dari Ketua RT. Surat ini harus ditandatangani oleh Ketua RT, Ketua RW, dan Kepala Pedukuhan. Gratis juga. Tapi kadang ada yang menyediakan kotak amal sukarela. Biasanya dialokasikan untuk kas kampung atau pembangunan masjid. 
Ketiga, Setelah tanda tangan lengkap, ambil blanko permohonan KTP-el di Kecamatan (Saya nggak tahu apakah tersedia di Kelurahan. Saya mendapatkan ini di kecamatan, karena sebelum ke kelurahan saya sudah bolak-balik ke kecamatan 2x). Isi blanko, lalu mintakan tanda tangan ke kelurahan. 
Di kelurahan, prosedurnya tidak ribet. Kumpulkan saja semua syarat, yaitu fotokopi KK, surat pengantar dari RT/RW/Dukuh, surat kehilangan dari polsek, dan blanko permohonan KTP-el (2 blanko dari kecamatan tadi). Surat permohonan KTP-el akan ditandatangani, sementara surat pengantar akan disimpan oleh kelurahan. Berkas yang lain dikembalikan.
Keempat, bawa semua berkas tadi ke kecamatan. Datang pagi-pagi biar nggak antri banyak (karena Anda perlu antri 2x hahaha). Ambil antrian, lalu serahkan semua berkas. Semua berkas tadi akan disimpan, kecuali lembar permohonan KTP-el. Itu akan dikembalikan ke kita sebagai bukti pengambilan. KTP-el saya dijadwalkan bisa diambil pada 12 Januari 2018. 
Nah, kalau mau mendapatkan surat keterangan pengganti KTP-el. Surat ini harus difotokopi beserta lampiran fotokopi KK dan 2 lembar foto ukuran 4×6. Inilah kenapa kita (atau saya) harus mengantri 2x, karena perlu memfotokopi surat permohonan KTP-el. 
Nah, setelah berkas yang kedua ini diserahkan, kita akan diberi selembar bukti pengambilan suket. Suket saya dijadwalkan bisa diambil dalam 7 hari (15 Mei 2018). 
Kenapa lama? Begini. Suket diterbitkan oleh kecamatan, lalu kecamatan akan memintakan ttd Kepala Disdukcapil, baru dibawa kembali ke kecamatan untuk diserahkan pada kita. 
Karena sudah mendesak, saya minta kecamatan untuk mencetak suket. Saya bawa sendiri ke disdukcapil. Di disdukcapil, berkas ini diterima, lalu saya diberi bukti pengambilan. Saya bisa mengambil surat ini di hari berikutnya (9 Mei 2018). Hari berikutnya, saya ambil. Selesai. 
Semua proses di kecamatan dan disdukcapil gratis. Di kecamatan kita hanya diminta memberi sumbangan PMI sebesar Rp 3.000. 
Not simple at all. Tapi paling tidak, kalau sudah tahu prosedur di atas, kita tidak bolak-balik tanpa kejelasan. Itu menguras tenaga, waktu, dan emosi. Banyak bersabar karena ini salah satu ujian dalam kehidupan. 😂
Jangan lupa dukung KPK mengungkap kasus korupsi KTP-el karena kita tahu segala keribetan ini sumbernya dari mana. 😉